Thursday, 8 May 2008
ethnographic fiction
mas kris budiman sudah berbaik hati memberikan referensi menarik tentang ethnogragraphic fiction. materi ini akan menjadi salah satu bahasan dalam obrolan sembari minum kopi lusa. silakan klik di sini untuk mendonlotnya.
Sunday, 4 May 2008
mari belajar menulis novel etnografi
Melalui Para Priyayi yang dilanjutkan dengan novel ke-2, Jalan Menikung, Umar Kayam bukan hanya menulis novel (fiksi), namun juga menulis etnografi Jawa, yaitu deskripsi tentang kebudayaan Jawa dan relasi sosial yang terbangun di dalamnya. Sudah sewajarnya jika Para Priyayi menjadi salah satu bacaan wajib bagi mereka yang ingin mempelajari kebudayaan Jawa.
Selain Umar Kayam, sastrawan lain yang sering mengangkat tema kebudayaan lokal dalam karya sastranya antara lain Ahmad Tohari dan Kuntowijoyo tentang kebudayaan Jawa, Korrie Layun Rampan (kebudayaan Dayak Benuaq), Oka Rusmini dan Putu Fajar Arcana (kebudayaan Bali), Dewi Linggasari dan Ani Sekarningsih (kehidupan suku-suku di Papua), dan masih banyak yang lain.
Inilah yang kami maksud dengan Novel Etnografi, yaitu karya fiksi yang mampu mendeskrispikan kehidupan sosial budaya masyarakat tertentu. Etnografi merupakan istilah dalam Antropologi untuk menunjuk pada laporan penelitian (field work) tentang suatu masyarakat dan kebudayaan yang ditelitinya. Karena penelitian antropologis untuk menghasilkan karya etnografi ini juga sangat khas, kemudian istilah etnografi juga digunakan untuk menyebut metode penelitian antropologi atau metode etnografi.
Bagaimanakah proses kreatif para penulis fiksi kultur lokal ini? TIMKREATIFREGOL menghadirkan obrolaan sore Sembari Minum Kopi dengan tema “Menulis Novel Etnografi” dengan narasumber Putu Fajar Arcana, redaktur KOMPAS yang telah beberapa kali menjuarai lomba penulisan cerpen dan puisi. Salah satu buku kumpulan cerpennya “Bunga Jepun” menghadirkan beberapa cerpen yang berlatar adat Bali dan dinamika budaya masyarakat Bali. Sastrawan lain yang akan memberi pemahaman tentang karya etnografi yang dikembangkan ilmu antropologi adalah Kris Budiman. Penerima Penghargaan Sastra Indonesia – Yogyakarta 2007 atas novel “Lumbini” ini juga bergelar Magister Humaniora ilmu Antropologi. Untuk mengendalikan alur obrolan agar lebih fokus, kami memilih Aant Subhansyah sarjana antropologi yang juga penikmat sastra untuk menjadi moderator.
So, luangkan sabtu soremu untuk bergabung dalam obrolan seru kami. Jangan lupa, SABTU SORE, 10 Mei 2008 mulai pukul 15.00 – 18.00 WIB bertempat di KOPI-KOPI, Jl. Kartini – Sagan (sebelah Barat Asrama Aceh) Yogyakarta. Terbuka untuk umum dan GRATIS. Tersedia 50 suvenir cantik untuk peserta pertama.
Obrolan Sore Sembari Minum Kopi ini terselenggara berkat kerjasama antara TIMKREATIFREGOL dengan Yayasan Umar Kayam, Penerbit KANISIUS, IMPULSE, KOPI-KOPI, GUDEG.NET, dan RADIO ELTIRA. Untuk informasi lebih lanjut, silakan melongok situs kami di www.sembariminumkopi.com atau SMS 0818 0438 1000.
Salam dari Langenarjan,
Suluh Pratitasari - TIMKREATIFREGOL
------
SEMBARI MINUM KOPI merupakan forum obrolan santai yang digagas TIM KREATIF REGOL sejak bulan September 2007. Melalui forum yang berawal dari keyakinan bahwa Gagasan Besar Berawal dari Obrolan, kami berupaya mengangkat tema obrolan yang mampu merangsang kreativitas sehingga dapat mendorong peserta untuk melahirkan sebuah karya.
-----
TIMKREATIFREGOL adalah sekumpulan anak muda yang berkarya di bawah bendera PT. Sendang Kapit Pancuran, perusahaan yang bergerak di bidang media dan kreatif (www.regolmedia.com). PT. SKP juga menerbitkan buletin REGOLjogja dan pemegang lisensi Memorabilia Laskar Pelangi
Thursday, 3 April 2008
next forum: menulis novel etnografi
Forum Obrolan Santai ini akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 10 Mei 2008, mulai pukul 15.00 - 18.00 WIB bertempat di KOPI-KOPI Jl. Kartini, Sagan Yogyakarta. Peserta terbuka untuk umum dan tidak dipungut bayaran (GRATIS).
Luangkan waktu untuk obrolan penuh gizi ini ya...dan rajin-rajinlah mengakses blog ini untuk info terbaru perkembangan acara..
Monday, 12 November 2007
breaking news: pengunjung obrolan sembari minum kopi membludak
artikel ini dikopi dari gudeg.net
"Sembari Minum Kopi" Dibanjiri Pengunjung
Dude - GudegNet
Update: Senin, 12 November 2007, 00:10 WIB
Meski dijadwalkan baru akan dimulai pukul 18.30 WIB (11/11), para pengujung acara Sembari Minum Kopi yang kali ini menampilkan Andrea Hirata, Meutya Hafid dan Pangesti Wiedarti telah mendatangi toko buku-café MP Bookpoint Jogja, sebagai tempat diselenggarakannya acara sejak pukul 17.30 WIB.
Panitia penyelenggara yang hanya menyediakan sekitar 150 tempat duduk bagi pengujung dibuat kewalahan oleh kehadiran pengunjung yang terus berdatangan hingga mencapai 400 orang. Kapasitas ruang yang tidak lagi mampu menampung pengunjung memaksa beberapa pengunjung untuk berdiri bahkan duduk lesehan di depan panggung kecil para narasumber.
Acara ngobrol bersama Laskar Pelangi kali ini sedikit agak berbeda karena kedatangan seorang tamu wanita yang wajahnya sering tampil di layar kaca televisi, pembawa berita dan reporter Metro TV, Meutya Hafid.
Selain ngobrol tentang buku "Laskar Pelangi" karya Andrea Hirata dan "168 Jam Dalam Sandera" karya Meutya Hafid, acara yang kali ini bertema "Meraih Mimpi Masa Depan" ini juga membicarakan tentang pentingnya beasiswa serta tips & triks untuk mendapatkan beasiswa demi meraih cita-cita masa depan.
Adalah Pangesti Wiedarti, Ph.D, moderator milis beasiswa.com yang juga merupakan staf pengajar di Fakultas Bahasa & Seni Univ. Negeri Yogyakarta yang malam tadi memberikan banyak informasi berharga bagi pengunjung "Sembari Minum Kopi" yang tertarik dengan program beasiswa ke luar negri.
Menurut Pangesti, Beasiswa itu dapat diperoleh oleh semua orang baik mahasiswa Perguruan Tinggi Negri (PTN) maupun swasta yang saat ini caranya lebih mudah dengan adanya milis beasiswa.com di mana pemohon beasiswa dapat mengajukan beasiswa yang diinginkan melalui milis tersebut kemudia tinggal menunggu hasil seleksi selanjutnya.
"Siswa atau mahasiswa dapat mengajukan permohonan beasiswa melalui milis beasiswa.com sesuai dengan keingininan mereka. Kemudian tinggal menunggu hasil seleksi. Pemohon dapat berasal dari mana saja, tidak hanya mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negri (PTN) saja, namun juga dari Perguruan Tinggi swasta," jelas Pangesti kepada ratusan pengunjung "Sembari Minum Kopi".
Sementara itu Meutya Hafid juga memberikan pengalaman berharganya ketika mencari dan mendapatkan beasiswa keluar negri yang menjadikannya sebuah sosok yang mandiri dan ulet. Menurutnya, seseorang harus bandel dan berani untuk mencapai apa yang diinginkannya meski akan ada banyak rintangan yang datang.
"Sejak SMP, saya telah hidup mandiri di Singapura kemudian pindah ke Australia hingga beasiswa yang membiayai saya terputus karena krisis ekonomi 1998. Biarpun beasiswa putus, saya tetap mencoba melanjutkan kuliah sambil bekerja di Australia," ungkap Meutya.
Senada dengan Meutya Hafid, Andrea Hirata juga lebih menekankan kepada semangat untuk pantang menyerah dalam menghadapi segala masalah dan tantangan untuk masa depan. Menurut "ikal", sebuatan akrab penulis ini, dalam hidup harus senantiasa "positive thinking, positive feeling and positive action, "Kita jangan pernah menyerah untuk mimpi kita, do your best for our dreams," jelasnya.
Selain bertemu dengan penulis idola, ngobrol, mendapat tips & trik, berfoto bersama dan meminta tanda-tangan; malam tadi pengunjung "Sembari Minum Kopi" yang beruntung juga dapat memeroleh bingkisan menarik berupa buku dan suvenir dari penyelenggara.
Acara interaktif yang berakhir sekitar pukul 21.30 WIB ini kemudian dilanjutkan dengan acara tanda-tangan buku oleh Andrea Hirata dan Meutya Hafid bagi para peminat buku "Laskar Pelangi" dan "168 Jam Dalam Sandera".
Friday, 9 November 2007
meutya hafidz will be on "sembari minum kopi"
Ngobrol Bersama Meutya Hafid di "Sembari Minum Kopi"
Dude - GudegNet
Update: Kamis, 8 November 2007, 16:15 WIB
Masih ingatkan Anda dengan Meutya Hafid, wartawan Metro TV yang diculik dan disandera oleh pejuang Mujahidin Irak (Jaish al Mujahideen) selama 168 jam (15–22 Februari 2005) ketika sedang melaksanakan tugas jurnalistiknya?
Minggu malam (11/11) di toko buku-café MP Bookpoint, forum obrolan "Sembari Minum Kopi" yang kali ini menggandeng Penerbit BENTANG dan toko buku-café MP Bookpoint akan kembali menghadirkan penulis buku "Laskar Pelangi" Andrea Hirata, moderator milis beasiswa.com Pangesti Wiedarti serta watrawan dan presenter Metro TV Meutya Hafid sebagai narasumber yang akan menemani obrolan Anda.
Acara yang direncanakan akan dimulai pukul 18.30 WIB ini akan menjadi obrolan santai yang inspiratif bersama para penulis buku yang akan berbagi cerita tentang buku yang telah ditulisnya serta tips & trik untuk mendapatkan beasiswa dan meraih pendidikan tinggi di luar negeri.
Sebagai salah satu penyelenggara acara, MP Bookpoint ingin menjadi sarana dan wadah bagi masyarakat khususnya di Jogja untuk mengembangkan dan menyalurkan ide dan kreatifitas mereka dalam sebuah buku.
"Bersama Regoljogja, toko buku-café MP Bookpoint dan Penerbit Bentang ingin menjadi wadah bagi ide dan kreatifitas bagi masyarakat Jogja yang ingin menulis sebuah buku yang dapat berasal dari berdasarkan pengalaman pribadi mereka," kata CEO Penerbit Bentang, Gangsar Sutrisno dalam acara jumpa pers siang tadi (11/11).
Selain dapat berjumpa dengan penulis favorit Anda, acara yang telah dua kali diselenggarakan oleh Regoljogja ini juga diharapkan dapat merangsang minat membaca dan menulis masyarakat Jogja.
Pastikan Anda menjadi seratus pengunjung pertama di acara gratis ini yang akan mendapatkan suvenir menarik dari Laskar Pelangi.
Thursday, 1 November 2007
undangan: berbagi cerita meraih beasiswa
Meraih Mimpi Masa Depan: Beasiswa!
(“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu” –Arai)
Di saat biaya pendidikan tinggi di negeri ini terasa kian mahal, berburu beasiswa merupakan pilihan terbaik. Kesempatan memenagkan beasiswa sebenarnya terbuka lebar. Siapapun Anda, yang berusia di bawah 40 tahun, sebenarnya berpeluang untuk memenangkan beasiswa ke luar negeri. Hanya saja, minimnya informasi membuat kesempatan ini seolah hanya dimiliki oleh mereka yang berkecimpung di dunia akademik.
Tuesday, 4 September 2007
gudeg.net meliput obrolan sembari minum kopi
Berita Terkini
Andrea Hirata, Fatimah Zahra, dan Ngobrol tentang Jalan-jalan
Iwan Pribadi - GudegNet
Apabila ingin menulis mengenai perjalanan di suatu tempat, sebaiknya tulisan itu harus ada "jiwa"-nya, jadi tidak sekedar berisi kekaguman dan menceritakan keindahan di tempat tersebut yang sudah cukup umum dibahas dan dipaparkan di banyak buku dan media.
Untuk itu, maka diperlukan pendekatan yang berbeda, antara lain dengan melihat dari sisi sosiologis tempat tersebut, kebiasaan-kebiasaan yang ada di kota tersebut, sejarah kota, dan kehidupan budaya setempat. Dengan demikian tulisan mengenai perjalanan tersebut dapat lebih dinikmati oleh para pembacanya.
Demikian kurang lebih yang disampaikan oleh Andrea Hirata dalam acara "Sembari Minum Kopi: Menuliskan Kisah Perjalanan" yang diadakan oleh Regol Jogja pada Sabtu malam (01/09) kemarin.
Selain Andrea, pada kesempatan itu tampil pula Fatimah Zahra yang ikut pula membagikan pengalamannya serta memberikan tips-tips seputar ber-backpacking di luar negeri. Juga memberikan beberapa alamat situs internet yang memberikan peluang dan jalan bagi siapapun yang ingin melakukan perjalanan ke luar negeri namun memiliki keterbatasan finansial.
Dalam kesempatan ini, Fatimah Zahra memberikan pula motivasi kepada para yang hadir sehingga apabila memiliki niat dan keinginan untuk melakukan perjalanan, berusahalah dan capai dengan jalan apapun. Niscaya jalan tersebut dapat dicapai dengan niat dan usaha yang keras.
Sebagai moderator acara malam itu, Suluh Pratitasari, juga memberikan pengertian bahwa sesungguhnya traveling bukan merupakan suatu kegiatan yang buang-buang uang. Sebab dengan mengambil dirinya sendiri sebagai contoh, ia mengungkapkan bahwa perusahaan tempat di mana ia berada bisa hidup dan beroperasi dengan baik dikarenakan oleh aktifitas jalan-jalannya sebagai salah satu faktornya.
Acara yang dimulai sekitar pukul 19:00 WIB di Banaran Cafe, Kampus LPP Lantai Dasar, Jl. Urip Sumoharjo 100 – Yogyakarta itu dihadiri sekitar 150 orang peserta, yang nampak sangat antusias mengikuti kegiatan talkshow ini, hal tersebut dapat dilihat dengan banyaknya peserta yang ingin mengajukan pertanyaan kepada para pembicara ketika sesi tanya jawab diadakan.
Itu masih ditambah lagi dengan berbondong-bondongnya para peserta talkshow "menyerbu" kedua pembicara, baik untuk foto bersama, minta tanda tangan, mengajukan beberapa pertanyaan, beberapa saat ketika acara talkshow itu diakhiri sekitar pukul 21:00 WIB.
"Acara ini cukup menarik, unik, dan bisa dikatakan merupakan yang pertama di Jogja." Ungkap Monik (22 tahun), salah satu peserta talkshow tersebut.
"Talkshow kali ini terasa lebih ringan, santai, tidak seberat talkshow-talkshow lainnya yang pernah ada di Jogja. Selain itu, tema mengenai "Menuliskan Perjalanan" adalah tema yang belum pernah dibahas dalam talkshow yang pernah ada sebelumnya."
"Oh iya, selain memberikan wawasan baru menganai penulisan dan perjalanan, talkshow kali ini selain gratis, juga menyediakan snack dan minuman secara cuma-cuma. Hal tersebut juga merupakan daya tarik talkshow ini." Kata Monik mengakhiri percakapan.
Acara yang digelar oleh majalah Regol Jogja ini, direncanakan akan diselenggarakan secara berkala dengan mengangkat tema yang berbeda-beda.
Regol Jogja sendiri merupakan buletin yang didistribusikan secara cuma-cuma atau gratis yang menampilkan bacaan bermutu tentang Jogjakarta, baik tentang kota, sejarah, budaya, maupun dinamika yang terjadi di dalamnya.
Update: 3 September 2007